Curse of The Golden Flower

January 22nd, 2007 by ikasaja

Senin, 22 Januari  kemaren gw nomat di Ciwalk.  Nomat kali  ini rada spesial karena ini pertama kalinya gw ngerasain nomat dengan harga lebih murah di Ciwalk. Yaah, lo tau lah kenapa, sejak ada studio 21 baru di  kawasan Sukajadi itu, Studio 21 lain di Bandung sontak nurunin harga. Gimana nggak, mereka (studio Sukajadi itu) naro harga Rp.15ribu perak buat nomat. Padahal jelas-jelas fasilitas yang mereka punya plus-plus dibandingin studio21 lain di Bandung.

Kembali ke topik, kali ini gw nonton  bareng anak-anak ComLabs. Buat kalian yang nggak tau ComLabs, itu adalah makhluk, lho, sebuah afiliasi yang gw ikutin, bergerak di bidang IT. Nontonnya ber-tujuh, karna gw ngajak Ebhe, jadilah ber-delapan. Ini dia nih film-nya… Eng..Ing..Eng..

 

review dari gw:

Kalo menurutku si emang ending ceritanya di setting kaya gitu <ya, iyalah ka!> maksud gw,
emang akhirnya: anaknya mati semua, permaisurinya mati karna obat, dan si raja hidup selamanya, hehehehe..
.
Atau
mungkin juga si produser nyuruh kita milih endingnya sendiri. Bisa aja
kan, pas obatnya di lempar dan jatoh di lambang kerajaan, tiba-tiba
semua isi kerajaannya ilang, yaa karna kutukan bunga serunai, eh bunga
serampai <pokoknya golden flower tea, lah>
.
Overall gw
pribadi suka sama properti-propertinya. Orang cina emang nggak pernah
setengah-setengah kalo bikin film. Entah berapa banyak
bunga serunai yang dibutuhin buat film itu. Pokoknya bener-bener keliatan kaya laut kuning. Quote Ivan, jubah-jubah yang
dipake juga emang damn gorgeous! Bener-bener kaya dari emas. Gw yang nonton aja kaya bisa ngerasain pegel-pegel badan pake baju-baju itu, hahaha yang ini agak berlebay. Dari pertama kali film aja udah dikasi liat
betapa disiplinnya dayang-dayang mereka, mulai dari kegiatan bangun
tidur, sampe pake baju rapih. Satu yang gw heran, dayang"nya kok betah
yaa dipakein baju kaya gitu. Sebenernya gw juga baru sekali liat kostum
dayang" kerajaan cina yang kaya gitu: memperlihatkan 3/4 payudara.
Mereka nggak sesek apa payudaranya digituin, itu sakit lho! (^_^)

Btw, semalem karcis parkir gratisnya nggak laku lho, hehehe! tapi makasih yaa!
hmm, sebenernya dari nonton semalem ada yang kurang, kurang banyak J.Co-nya, hahahaha! :D
E.. tanya kenapa? E.. tanya E.. riko, hehehehehe!

<bocoran: postingan selanjutnya akan panjang. Semoga sabar bacanya. Saya aja nggak sabar nyelesaiin nulisnya, hehe!>

White Roses

January 15th, 2007 by ikasaja

It was twice.

And both comes on January.

Whoho, It’s been a year and a half.

Hope there are some more would come.

Saya Nonton Pocong2

January 9th, 2007 by ikasaja

Judulnya straight forward sekali yah. Kaya headline L**pu M***h <sebuah surat kabar cukup beken tanah air>. Karena lo uda tau isinya tanpa baca beritanya. Kenapa gw nulis judul kaya gitu, sebenernya lebih kepada karena ini pertama kalinya gw nonton film horor lokal di bioskop. Kasian ya gw? Nggak juga. Karena gw memang memilih menunggu tayangannya muncul di televisi saja. Ketimbang lo ngeluarin duit buat film yang akan lo bisa saksikan juga secata gratis di TV, mending buat film box office yang lagi new release. Hehehe..
.
So what makes gw akhirnya memutuskan untuk meruntuhkan niat adalah karna ebhe.  He insisted me to. Jadilah gw nurut ikut. Di posternya ditulis: lebih menakutkan dari "pocong" yang dilarang beredar. Cih. Serem dari mana? Yaah, in my humble opinion, memang parameter serem tiap orang beda-beda. Gw jadi inget  kata gusti "Ngapain lo bayar film untuk nonton efek-efek kacangan!". Akhirnya gw tau maksudnya. Film horor lokal pertama yang gw tonton bener-bener gagal. Efek yang ditampilkan emang kacang. sekedar muncul tiba-tiba. Kaget sih, tapi nggak serem. Ditambah lagi dengan suasana pononton yang berisik. Yah, pokoknya kecewa lah.
Moral cerita film: Jangan suka telat kalo jemput adek lo!

Natal Versi Gw

December 26th, 2006 by ikasaja

Di keluarga gw, setiap tanggal 25 Desember kita punya perayaan. Bukan Natal pastinya. Kita ngerayain hari jadi pernikahan orang tua gw. Walau pada akhirnya, kita suka nyanyi-nyanyi atau memperdengarkan tembang-tembang natal (karna di TV hampir semua program nayangin acara natal). Perayaannya biasanya sederhana, sekedar makan nasi kuning buatan mama, atau makan diluar.
.
Tahun ini adalah peringatan yang ke-21. Kami memutuskan merayakan dengan foto keluarga, kemudian memilih sebuah restoran keluarga dan makan bersama. Sayang sekali, studio foto yang biasanya kami percaya sedang tidak dapat melayani foto keluarga. Kameranya sedang keluar. Huh, memang di sini tidak ada layanan foto studio seramai dan setenar j***s photo (studio di bilangan jl. riau, Bandung itu). Jadilah kami langsung pergi ke restoran keluarga.
.
Kami memilih sebuah resto bakmi bilangan jalan jatiasih (yaah, buat kalian yang tahu??, hehe). Konsep restonya emang familiy restaurant. Karena yang datang kesana hampir semuanya keluarga. Deengan bapak, ,ibu dan anak-anak mereka. Pilihan tempat duduk ada indor dan outdoor. Kami memilih duduk di meja luar. Dekat air mancur soalnya. Didalam ada panggung hiburan, dengan sebuah organ tunggal dan mbak-mbak penyanyi yang cantik.
.
Kebiasaan saya mulai, melihat-lihat keadaan sekitar. Banyak anak-anak kecil lucu-lucu, lalu saya sapa, melambaikan tangan (dadah-dadah). Ada sedikit rasa senang deh, kalo ternyata sapaan gw dibales dengan senyum. Hehehe.. kemudian si papa beranjak dari duduknya, dia tiba-tiba melaju ke atas pangung dan minta nyanyi sama mbak-mbaknya.. Ah, papa.. begitulah dia. Memang gw akuin dia agak gila panggung, tapi.. yaa emang dia punya talenta untuk itu: membawa penonton dalam suasana dan mendendangkan lagu.
.
Sebelum bernyanyi di memulai: “This’s specially for my wife. For our 21st wedding anniversary today..” dan ia memulai
lagunya, sebuah lagu Elvis Pearsley - Love Me Tender. Setelah gw perhatikan.. ternyata bokap gw romantis juga.. hehe..
.
Selesai bokap gw show off, giliran seorang bocah perempuan 8 tahun tak mau kalah. Ia juga ingin menunjukkan bakatnya (wahwah, lo bisa bayangin kan? Ini bener-bener resto keluarga..) ia mengaku hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-8. Kemudian ia bernyanyi: Jablai.

Waktu tamasya ke binaria..
Pulang-pulang ku berbadan dua..

.
Hah, anak 8 tahun nyanyi lagu ginian di ulang tahunnya?!! Hafal di luar kepala lagi! Gila emang jaman sekarang. Kasian juga. Sekarang mana ada program anak-anak macam Cilukba dengan Meisy sebagai MC kenes. Mereka gak punya referensi lagu anak-anak, jadiah mereka menyanyikan lagu orang dewasa. Macam Jablai lagi, hah! Gak rela gw sebenernya otak anak-anak sekarang isinya udah lagu gituan. Mereka ngerti nggak yaa makna lagunya??!
.
Akhirnya kita pulang. Sapi hotplate dan kangkung seafood sudah ludes terlahap. Sebelumnya bokap gw (sekali lagi) nyanyi Without You-nya Mariah Carey. Papa.. papa..
Selamat Ulang Tahun Perkawinan ya Pa, Ma..

Buat Para Engineer yang Jatuh Cinta

December 20th, 2006 by ikasaja

Baru-baru ini gw membaca majalah cowok Indonesia. Di sana ada surat pembaca yang nanyain gimana jatuh cinta kalo diterangin secara ilmiah, begini kira-kira:

.

———————————————-

Secara statistik emang belum ada yang bisa ngasi penjelasan yang memuaskan soal yang satu ini. David Perrets, pakar psikologi kognitif dari university of St. Andrews Skotlandia, menyebutkan kenapa orang tertarik sama lawan jenisnya. Antara lain penyebabnya adalah karena penampilan. Kita cenderung tertarik sama lawan jenis yang – secara di bawah sadar – mirip sama orang tua kita. Atau, bahkan yang sering terjadi, yang wajahnya mirip kita.

.

Dalam satu percobaan, Oom Perrets meminta orang memilih sekian banyak foto lawan jenisnya yang dianggap menarik. Ketike seorang memilih satu foto, Perrets lantas mencocokkan dengan wajah su pemilih. Ternyata pas lho.

.

Kita juga cenderung suka sama orang yang kepribadiannya mirip sama orang tua atau orang-orang yang deket sama kita semasa kita masih kecil. Mulai dari cara ngomong, ngelucu, bahkan sampai ke hobi.

.

.

Ketertarikan kita sama seseorang juga dipicu oleh hormon yang bernama pheromones. Dari bahasa latin: “Pherein” dan “Hormone”, artinya “pembawa kegembiraan”. Dalam dunia satwa, banyak binatang menentukan pasangannya yang pengen dipilih lewat penciuman mereka. Ini dikarenakan hidung adalah salah satu organ yang bersifat vomeronasal. Ia bisa ngirim sinyal ke otak tentang ‘aroma khas’ yang bikin kita jadi seneng.

.

Nah, manusia punya “bau” khas yang menarik perhatian lawan jenisnya. Misalnya lewat keringat. Dalam penelitian di Chemical Senses Center di Philadelphia tahun 1986 beberapa cewek diminta untuk mencium T-shirt bekas dipake oleh cowok-cowok. Beberapa cewek mengaku mengalami perasaan senang dan tertarik dengan salah satu aroma T-shirt itu.

.

Ada satu lagi cara mengindikasio kalo kita suka sama lawan jenis. Yaitu pake tatapan mata. Prof. Arthur Aron, dari state University of New York pernah mempelajari bagaimana reaksi orang kalo saling bertatapan dalam waktu lama.

Aaron menempatkan beberapa pasangan (cowok - cewek) dalam sebuah ruangan. Mereka diminta melakukan diskusi tentang diri masing-masing selama 90 menit. Si profesor sempat menangkap beberapa pasangan uyang saling bertatapan mata selama lebih kurang 4 menit tanpa bicra satu katapun. Selesai acara itu, beberapa pasangan menyatakan jadian, bahkan dua diantaranya menikah.

—————————————————

.

Hahahaha, emang gak terlalu logic atau ilmiah banget sih..

Nah, sekarang ada cara baru nan jitu buat nyari tau kalo orang yang lo incer selama ini itu ‘the one’ buat lo nggak..

lo pergi ke bibi cucinya, mintain baju doi yang belom dicuci, trus lo ciumin deh..

kalo lo gak pingsan dan bahkan nagih nyiumin terus.. Berarti dia emang cocok jadi sama lo..!!

Saya dan Jeruk

December 10th, 2006 by ikasaja

Sudah lama tidak nge-blog.
Hmm, kenapa judulnya begitu.. yaa emang ada hubungannya dengan jeruk.
Begini para pembaca, saya dengan senang dan bangga memberitahukan anda semua bahwa sekarang saya sudah tergabung lagi dalam sebuah band. Namanya d’Orange. (*Nah, sekarang tau kan kenapa judulnya kaya gitu..*)
.
Hmm, personilnya baru bertiga sih. Gw, Ebhe, dan Fajar. (*jangan ketawa dulu..*) Emang cuma bertiga si, tapi kita mau serius. Serius buat menciptakan sense of belonging sebuah band yang enak. Gak mau muluk" pengen mainin musik yang kece dulu. Kita pengennya gak ada pihak yang terjajah. Semua member punya suara dan turut mewarnai band kita. Susah emang. Gw pribadi nyadar banget.
.

Kita bener-bener pengen punya partner yang nyambung. Btw, kita masih butuh orang lhoo.. hah, cerita banyak soal perkenalan band gw, mending langsung klik disini aja. Semoga menggambarkan. Senang? Yap! Saya senang.

I Want My Voice Back!

October 5th, 2006 by ikasaja

dalam kesendirian

kian lama kurasakan kebenaran ungkapan lama

betapa nilai seseorang sangat terasa justru ketika dia tiada

dan ketiadaanmu memberi petunjuk yang amat nyata….

Sepakat sama Lando. Salah satu pemeran utama pada cuplikan naskah skenario Ungu Violet diatas.

Ebhe     : jadi kita mau makan dimana?

Gw        : yaah, terserah laah dimana aja.

Ebhe     : Lo ngomong apa sih??

Gw        : terserah, be.. Di mana aja

Ebhe     : Ooo..

Okey, i’ve sorethroat. And have no voice. Beberapa kali malem itu gw harus mengulang dua kali apa aja yang gw omongin ke orang. Lama-lama gw cape sendiri. Akhirnya gw milih diem.

Jadi terasaaa banget susahnya gak punya suara.

Mau manggil mas-mas di tempat makan, dicuekin. Nyapa orang, trus orangnya malah kaget denger suara serek. Mau ngelucu, jadi nggak lucu karna timing lucunya uda lewat. Mau nyanyi-nyanyi, hhh.. jangan tanya deh seberapa off key-nya. Nimbrung ngobrol, kadang malah pada nggak notice kalo gw nimbrung. Ternyata banyak kegiatan yang butuh pita suara.

Sebenernya gw menemukan cara biar suara gw tetep keluar. Adalah gw menjaga suara pada tone rendah *good, and i am a sopran. Selain itu sulit ya saudara-saudara, tetep aja itu butuh cukup effort buat tenggorokan gw menggetarkan pita suara.

Jadilah sekarang gw ngomongnya bisik-bisik. Itu juga kalo inget, kalo nggak suara yang keluar kaya.. hmm.. itu looh, tokoh monster yang di sesame street ?!!  yaah, itu deh, pokoknya kayak monster! Huh,

dan ketiadaanmu memberi petunjuk yang amat nyata…. 

kalo ternyata gw emang cerewet.

What A World

September 19th, 2006 by ikasaja

Pagi tadi saat gw di dalem angkot,
Gw ngeliat seorang kakek. Nenteng layangan berukuran besar di pundaknya. Di sampingnya, si mantan pacar. Dengan romantisnya mereka menyebrangi jalan Balubur. Berdua, bergandengan.
.
Rada siang dikit,
gw ada di Labtek VIII, lantai 3. Adu mulut sama Kordas praktikum. Pake bawa-bawa Tugu Soekarno segala.
.
On the afternoon,
gw liat seorang asisten rumah tangga. Menggandeng anak majikannya. Perjalanan pulang sekolah menuju rumah. Si asisten membuka kotak makan dari tas si anak. Dengan nikmatnya menyantap donat di siang bolong. Si anak asyik dengan mie remes rasa keju.
.
Sekarang,
gw malah di depan komputer. padahal banyak ASSignment menanti (pinjem dixie-nya mas gusti). Tiga kuliah hari ini pun terbuang. Bablas semua!
.
Anybody ever had the same situation?

Need Me?

September 8th, 2006 by ikasaja

Setelah absen beberapa lama dari perkancahan musik (cie..) Semangat gw kembali menggebu nih!
Hampir setengah taun setelah gw menyatakan resign dari SWGTB, gw jomblo a.k.a gak punya band. Sempet beberapa kali jadi additional sih (dan sama mereka2 lagi. Pathetic, hahaha!)
.
Inti postingan  ini sih sebenernya gw mau promosi diri.
Wahai kalian para pemusik baik yang amatir atau (sukur kalo) proffesional, kalian membutuhkan seorang vokalis cewek? maka anda membaca tulisan yang tepat, hahahaha!

  • Gw cewek yang sangat into music. Gampang adaptasi dan menyenagkan!
  • Sangat punya kuping (i mean, gw punya sense musik yang oke. Bisa mbedain dengan jelas mana fals dan nggak, penting ya? iyalah!)
  • Punya kapabilitas bernyanyi, (kalo dibutuhin) bisa fill in biola, karakter suaranya?? hmm, mungkin semacam Avril atau Kikan-cokelat, tapi bisa juga kayak boneka susannya kak Ria Enez, hahaha! Tergantung kebutuhan..
  • Pengalaman bermusik? Yaah, cukup lah.. gw mulai punya band sejak 1 SMP dan sudah cukup melayani tawaran panggung lokal :)

Tertarik lebih lanjut? PM gw aja yaa kalo berminat..
Bisa via FS ini, ikacintamusik@yahoo.com, ato ika@comlabs.itb.ac.id.
Gak nyesel deh punya vokalis kaya gw! *halah,
:)

Buat yang Berminat Jadi Suami Gw, Hahahaha!

September 6th, 2006 by ikasaja

Semester ini gw menyelundup kuliah MI – Manajemen
Industri, red. di jurusan lain. Kenapa gw rela meluangkan
2_jam_seminggu_tanpa_kredit demi kelas ini?

Ada beberapa alasan:

  1. Dosennya adalah mantan wali gw.

Sayangnya doi diganti sejak
semester V ini. Jaman itu, gw dan 14 teman se-wali musti naik angkot ke
kantornya di Palasari demi dapet tandatangan. Tapi jangan salah, keringat kita
kesana bisa dibilang sebanding setelah ketemu si bapak (oh ya, dosen gw ini
cowo). Gaya bicaranya yang ngocol dan
blak-blakan bikin kita nggak segen
nanya-nanya soal karakteristik dosen-dosen yang bakal ngajar calon matakuliah
yang kita ambil. “..Oh, kalo si anu sih religius betul itu. Kalo bisa kalian
salamuelekum kalo ketemu..”, “Wah, si ono (biar beda sama si anu) kalo ngasi nilai
ajaib, tiba-tiba turun dari langit.. hati-hati kalian!”.

Trus, kalo antara kita ber-15
ada yang nggak bisa ikut perwalian, kagak usah repot-repot bikin
surat_kuasa_bermaterai_6000perak, titipian aja. Si bapak pasti dengan senang
hati ngasi tandatangan. Bahkan kalo lo mau ambil sks lebih tapi IPK kagak
nyampe 2.75, ditandatangan juga sama dia!! Kece nggak tuh?!

Hahahahaha! Pokonya kalo ke
sana, nggak mungkin nggak ketawa deh.

.

  1. Ternyata TI tidak menyediakan kuliah MI.

Awalnya gw mengira MI masuk
matakuliah pilihan tingkat 4. Setelah gw tilik-tilik silabusnya, (jeng..jeng..)
ada sih matakuliah MI, tapi Manajemen Inovasi, Bukan Manajemen Industri.

Jadi nanti kesononya kita
bakal disuruh milih 2 kelompok peminatan. Rekayasa Sistem Manufaktur atau Rekayasa
Manajemen Manufaktur (i bet u know which one would i chose, don’t u?). Nah,
MI-nya TI bakal ada kalo lo pilih peminatan yang kedua, gituu..

Gw sempat kecewa, kenapa
jurusan gw sendiri gak dapet.. Padahal matakuliah ini disematkan sebagai
matakuliah layanan TI buat ITB. Bahkan anak-anak SR aja dapet lho!

Dan kemudian, pada kuliah
pertama MI dikelas itu..

Mahasiswa X : “Pak, kalo gitu kenapa dong, anak TI sendiri
gak dapet matakuliah ini?”

Dosen gw : “Emang jurusannya aja yang bego!”

*sepakat!

.

Udah 2 aja alasannya.

Ebhe dan Dendi bercerita betapa menyenangkannya kuliah
bersama si bapak hari itu. Dan dengan tekad sebulat jengkol akhirnya gw masuk
ke pertemuan berikutnya, diikuti doa semoga si bapak gak ngenalin lagi muka gw
selama 6 bulan kedepan.

Hahahahaha, akhirnya gw ngerasain rasanya diajar si
bapak! Tidak kalah menyenangkan dari pertemuan Palasari!

Seperti minggu lalu *katanya, si bapak masih menjelaskan
betapa bagusnya punya cita-cita jadi pengusaha dibandingkan pegawai negeri..
“..dari jaman nabi juga disuruhnya, ‘Berniagalah kamu!’ bukan
‘berpegawainegerilah kamu!’” alasannya, kalo jadi pegawai negeri itu, kalo
nggak miskin ya masuk neraka..

*sepakat.

.

“..Coba sana tanya sama orang tua masing-masing, ‘bu,
kalo saya udah lulus ibu maunya saya jadi apa?’ pasti kebanyakan yang nyuruh
jadi pegawai..”

Kagak percaya, hari itu juga gw sms nyak gw tercinta.

‘ma, kalo ika udah lulus, mama maunya ika jadi pegawai
ato pengusaha?’

kagak dibales.

.

Besokkannya, nyak gw nelpon.

“..Mama maunya kamu jadi pegawai yang jujur, baik hati,
taat atasan, blablablabla..” *gw lupa lagi, lumayan panjang soalnya. “iya ma..
iya..” jawab gw sekenanya.

“Tapi punya suami pengusaha.”