Archive for December, 2006

Natal Versi Gw

Tuesday, December 26th, 2006

Di keluarga gw, setiap tanggal 25 Desember kita punya perayaan. Bukan Natal pastinya. Kita ngerayain hari jadi pernikahan orang tua gw. Walau pada akhirnya, kita suka nyanyi-nyanyi atau memperdengarkan tembang-tembang natal (karna di TV hampir semua program nayangin acara natal). Perayaannya biasanya sederhana, sekedar makan nasi kuning buatan mama, atau makan diluar.
.
Tahun ini adalah peringatan yang ke-21. Kami memutuskan merayakan dengan foto keluarga, kemudian memilih sebuah restoran keluarga dan makan bersama. Sayang sekali, studio foto yang biasanya kami percaya sedang tidak dapat melayani foto keluarga. Kameranya sedang keluar. Huh, memang di sini tidak ada layanan foto studio seramai dan setenar j***s photo (studio di bilangan jl. riau, Bandung itu). Jadilah kami langsung pergi ke restoran keluarga.
.
Kami memilih sebuah resto bakmi bilangan jalan jatiasih (yaah, buat kalian yang tahu??, hehe). Konsep restonya emang familiy restaurant. Karena yang datang kesana hampir semuanya keluarga. Deengan bapak, ,ibu dan anak-anak mereka. Pilihan tempat duduk ada indor dan outdoor. Kami memilih duduk di meja luar. Dekat air mancur soalnya. Didalam ada panggung hiburan, dengan sebuah organ tunggal dan mbak-mbak penyanyi yang cantik.
.
Kebiasaan saya mulai, melihat-lihat keadaan sekitar. Banyak anak-anak kecil lucu-lucu, lalu saya sapa, melambaikan tangan (dadah-dadah). Ada sedikit rasa senang deh, kalo ternyata sapaan gw dibales dengan senyum. Hehehe.. kemudian si papa beranjak dari duduknya, dia tiba-tiba melaju ke atas pangung dan minta nyanyi sama mbak-mbaknya.. Ah, papa.. begitulah dia. Memang gw akuin dia agak gila panggung, tapi.. yaa emang dia punya talenta untuk itu: membawa penonton dalam suasana dan mendendangkan lagu.
.
Sebelum bernyanyi di memulai: “This’s specially for my wife. For our 21st wedding anniversary today..” dan ia memulai
lagunya, sebuah lagu Elvis Pearsley - Love Me Tender. Setelah gw perhatikan.. ternyata bokap gw romantis juga.. hehe..
.
Selesai bokap gw show off, giliran seorang bocah perempuan 8 tahun tak mau kalah. Ia juga ingin menunjukkan bakatnya (wahwah, lo bisa bayangin kan? Ini bener-bener resto keluarga..) ia mengaku hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-8. Kemudian ia bernyanyi: Jablai.

Waktu tamasya ke binaria..
Pulang-pulang ku berbadan dua..

.
Hah, anak 8 tahun nyanyi lagu ginian di ulang tahunnya?!! Hafal di luar kepala lagi! Gila emang jaman sekarang. Kasian juga. Sekarang mana ada program anak-anak macam Cilukba dengan Meisy sebagai MC kenes. Mereka gak punya referensi lagu anak-anak, jadiah mereka menyanyikan lagu orang dewasa. Macam Jablai lagi, hah! Gak rela gw sebenernya otak anak-anak sekarang isinya udah lagu gituan. Mereka ngerti nggak yaa makna lagunya??!
.
Akhirnya kita pulang. Sapi hotplate dan kangkung seafood sudah ludes terlahap. Sebelumnya bokap gw (sekali lagi) nyanyi Without You-nya Mariah Carey. Papa.. papa..
Selamat Ulang Tahun Perkawinan ya Pa, Ma..

Buat Para Engineer yang Jatuh Cinta

Wednesday, December 20th, 2006

Baru-baru ini gw membaca majalah cowok Indonesia. Di sana ada surat pembaca yang nanyain gimana jatuh cinta kalo diterangin secara ilmiah, begini kira-kira:

.

———————————————-

Secara statistik emang belum ada yang bisa ngasi penjelasan yang memuaskan soal yang satu ini. David Perrets, pakar psikologi kognitif dari university of St. Andrews Skotlandia, menyebutkan kenapa orang tertarik sama lawan jenisnya. Antara lain penyebabnya adalah karena penampilan. Kita cenderung tertarik sama lawan jenis yang – secara di bawah sadar – mirip sama orang tua kita. Atau, bahkan yang sering terjadi, yang wajahnya mirip kita.

.

Dalam satu percobaan, Oom Perrets meminta orang memilih sekian banyak foto lawan jenisnya yang dianggap menarik. Ketike seorang memilih satu foto, Perrets lantas mencocokkan dengan wajah su pemilih. Ternyata pas lho.

.

Kita juga cenderung suka sama orang yang kepribadiannya mirip sama orang tua atau orang-orang yang deket sama kita semasa kita masih kecil. Mulai dari cara ngomong, ngelucu, bahkan sampai ke hobi.

.

.

Ketertarikan kita sama seseorang juga dipicu oleh hormon yang bernama pheromones. Dari bahasa latin: “Pherein” dan “Hormone”, artinya “pembawa kegembiraan”. Dalam dunia satwa, banyak binatang menentukan pasangannya yang pengen dipilih lewat penciuman mereka. Ini dikarenakan hidung adalah salah satu organ yang bersifat vomeronasal. Ia bisa ngirim sinyal ke otak tentang ‘aroma khas’ yang bikin kita jadi seneng.

.

Nah, manusia punya “bau” khas yang menarik perhatian lawan jenisnya. Misalnya lewat keringat. Dalam penelitian di Chemical Senses Center di Philadelphia tahun 1986 beberapa cewek diminta untuk mencium T-shirt bekas dipake oleh cowok-cowok. Beberapa cewek mengaku mengalami perasaan senang dan tertarik dengan salah satu aroma T-shirt itu.

.

Ada satu lagi cara mengindikasio kalo kita suka sama lawan jenis. Yaitu pake tatapan mata. Prof. Arthur Aron, dari state University of New York pernah mempelajari bagaimana reaksi orang kalo saling bertatapan dalam waktu lama.

Aaron menempatkan beberapa pasangan (cowok - cewek) dalam sebuah ruangan. Mereka diminta melakukan diskusi tentang diri masing-masing selama 90 menit. Si profesor sempat menangkap beberapa pasangan uyang saling bertatapan mata selama lebih kurang 4 menit tanpa bicra satu katapun. Selesai acara itu, beberapa pasangan menyatakan jadian, bahkan dua diantaranya menikah.

—————————————————

.

Hahahaha, emang gak terlalu logic atau ilmiah banget sih..

Nah, sekarang ada cara baru nan jitu buat nyari tau kalo orang yang lo incer selama ini itu ‘the one’ buat lo nggak..

lo pergi ke bibi cucinya, mintain baju doi yang belom dicuci, trus lo ciumin deh..

kalo lo gak pingsan dan bahkan nagih nyiumin terus.. Berarti dia emang cocok jadi sama lo..!!

Saya dan Jeruk

Sunday, December 10th, 2006

Sudah lama tidak nge-blog.
Hmm, kenapa judulnya begitu.. yaa emang ada hubungannya dengan jeruk.
Begini para pembaca, saya dengan senang dan bangga memberitahukan anda semua bahwa sekarang saya sudah tergabung lagi dalam sebuah band. Namanya d’Orange. (*Nah, sekarang tau kan kenapa judulnya kaya gitu..*)
.
Hmm, personilnya baru bertiga sih. Gw, Ebhe, dan Fajar. (*jangan ketawa dulu..*) Emang cuma bertiga si, tapi kita mau serius. Serius buat menciptakan sense of belonging sebuah band yang enak. Gak mau muluk" pengen mainin musik yang kece dulu. Kita pengennya gak ada pihak yang terjajah. Semua member punya suara dan turut mewarnai band kita. Susah emang. Gw pribadi nyadar banget.
.

Kita bener-bener pengen punya partner yang nyambung. Btw, kita masih butuh orang lhoo.. hah, cerita banyak soal perkenalan band gw, mending langsung klik disini aja. Semoga menggambarkan. Senang? Yap! Saya senang.